Senin, 21 Maret 2016      Diddy Rusdiansyah A.D      3755 kali

Perkembangan Investasi Di Kaltim Sebagai Masukan Pada Kegiatan Kunjungan Kementerian Keuangan

Pada tahun 2015 ini telah ditetapkan target realisasi investasi sebesar Rp. 37,10 triliun. Dengan rincian Rp. 12,98 triliun untuk PMDN dan Rp. 24,11 triliun untuk PMA. Sebuah penetapan yang cukup percaya diri mengingat kondisi perekonomian Kalimantan Timur yang masih melambat akibat merosotnya harga komoditi tambang dunia.

Dari publikasi yang dilakukan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, hingga triwulan ketiga 2015 lalu, kinerja perekonomian Kalimantan Timur masih mengalami kontraksi sebesar -3,5% (yoy), terkoreksi lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang tercatat -0,9%. Perekonomian Kaltim yang lebih dari 50%nya ditopang oleh sektor pertambangan secara umum mengalami penurunan seiring dengan tren harga komoditi dunia yang belum pulih.

Namun meskipun demikian, daya tarik Kaltim terhadap investasi masih cukup baik. Kecenderungan pertumbuhan rencana dan realisasi investasi terus mengalami peningkatan hingga akhir triwulan IV ini. Kondisi perekonomian yang lesu ternyata tidak secara signifikan menyurutkan minat dan kepercayaan calon investor terhadap iklim investasi dan iklim usaha di Kaltim. Hingga akhir triwulan IV ini, tercatat rencana investasi di Kaltim sebesar lebih dari Rp. 91,39 triliun, sedangkan untuk realisasi berhasil menembus angka Rp. 39,37 triliun. Hal ini berarti, pencapaian realisasi investasi telah melampaui target yang dicanangkan atau sebesar kurang lebih 106,12%. Suatu angka yang menyiratkan kembali optimisme dalam menyongsong pencapai target investasi tahun 2016 yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2013-2018 yaitu sebesar Rp. 39,33 triliun.


A. Perkembangan Realisasi Investasi Tahun 2013-2015

B. Upaya Peningkatan Realisasi Investasi PMDN dan PMA

Meskipun dilihat dari proyeksi yang ada pencapaian target realisasi investasi tahun ini optimis dapat tercapai, namun sejumlah tantangan telah menanti di awal tahun 2016 ini. Dalam RPJMD dan RUPMP telah ditetapkan target investasi untuk tahun 2016 adalah sebesar Rp. 39.930 triliun yang terdiri atas PMDN sebesar Rp. 13.766 triliun dan PMA sebesar Rp. 25.564 triliun.

Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat dari semua lini yang terdapat di BPMPTSP Prov. Kaltim agar dapat bekerja optimal dan sinergis. Sejumlah strategi yang siap dilaksanakan dalam menyongsong pencapaian target investasi tahun ini antara lain;

1. Pelaksanaan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu

Perijinan merupakan pintu gerbang bagi masuknya investasi di Kaltim. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pelayanan perijinan terus dilakukan baik dari aspek kelembagaan, kewenangan, sarana prasarana, hingga sumber daya manusia.

Untuk tahun 2016, peningkatan kualitas pelayanan akan ditingkatkan melalui kegiatan resertifikasi ISO 9001:2008 yang akan dilakukan upgrading pada tahun berikutnya. Hal ini untuk meningkatkan performa pelayanan seiring dengan telah dilimpahkannya ijin sektoral/teknis ke BPMPTSP Prov. Kaltim. Selain itu, upaya ini juga untuk meningkatkan kompetensi kelembagaan maupun sumber daya manusia BPMPTSP Prov. Kaltim pada khususnya dalam rangka merebut kembali Investment Award pada tahun 2016 ini.

2. Promosi Investasi dan Business Matching dengan Mitra Strategis

Untuk lebih meningkatkan minat dari calon investor, BPMPTSP Prov. Kaltim mengemas promosi investasi dengan sangat serius. Data dan informasi dikompilasi dan dikemas sebaik mungkin. Terhadap potensi investasi dilakukan kajian pandahuluan setingkat pra-studi kelayakan (Pra-FS) untuk dapat menjadi informasi peluang investasi yang cukup memadai bagi calon investor
dalam mengambil keputusan berinvestasinya.

Untuk investor yang sudah sangat serius, BPMPTSP Prov. Kaltim akan memfasilitasi business matching antara calon investor tersebut dengan SKPD teknis Provinsi dan Kabupaten/Kota serta rekan dunia usaha potensial yang dapat menjadi mitra.

Setelah sejumlah proyek infrastruktur strategis telah diresmikan dan di ground breaking pada akhir tahun 2015 lalu oleh Presiden RI Joko Widodo, ke depannya, promosi investasi khususnya pada sektor sumber daya alam terbarukan dan infrastruktur terus digalakkan. Dengan pendekatan pada pembangunan kewilayahan kawasan pertumbuhan yang tersebar di seluruh Kalimantan Timur seperti; (1) Kawasan Industri Kariangau dan Buluminung, Balikpapan dan PPU, (2) Kawasan Perkayuan, Perkapalan, Industri dan Jasa, Samarinda, (3) Kawasan Industri Migas dan Kondensat, Bontang, (4) KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, Kutai Timur, (5) Kawasan Industri Pariwisata, Berau, (6) Kawasan Industri Pertanian, Paser dan PPU, (7) Kawasan Industri Pertanian, Kukar dan Kubar, (8) Kawasan Strategis Perbatasan, Mahakam Ulu.

 

3. Mendorong Realisasi Investasi dengan mengoptimalkan LKPM

Meningkatnya realisasi investasi baik jumlah proyek, nilai investasi, maupun serapan tenaga kerja, menjadi indikator mutlak bagi berhasil tidaknya program peningkatan investasi. Kunci dari hal ini adalah tertibnya Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang harus dilaporkan secara periodik oleh setiap pelaku usaha investasi PMA/PMDN di Kalimantan Timur.

Mengingat pentingnya hal ini, BPMPTSP Prov. Kaltim selalu berkoordinasi intensif dengan institusi Penanaman Modal Kabupaten dan Kota serta mitra perusahaan untuk ketertiban pelaporan. Selain itu dilakukan juga inisiatif untuk jemput bola dengan melakukan kunjungan lapangan secara berkala pada lokasi-lokasi usaha yang tersebar di seluruh Kalimantan Timur.

 

4. Kebijakan Daerah yang Pro-Investasi

Iklim investasi akan terus tumbuh dan dinamis jika didukung dengan peraturan yang jelas dan transparan. Selain telah diterbitkannya peraturan mengenai perijinan penanaman modal dan sektoral yang dilaksanakan secara terpadu di BPMPTSP Prov. Kaltim, calon investor yang serius juga akan memperoleh sejumlah fasilitas dan insentif penanaman modal seperti tax allowance dan tax holiday.

Saat ini telah diterbitkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 6 tahun 2015 tentang Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Penanaman Modal di Daerah. Sementara Peraturan Gubernur terkaitnya masih sedang proses finalisasi.

 

C. Kontribusi Investasi terhadap pencapaian target pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam pencapaian target pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur pemerintah harus memihak pada ekspor dan investasi baik pemerintah maupun publik yang dikembangkan pada penciptaan lapangan kerja. Kebutuhan investasi tersebut akan bersumber dari PMA dan PMDN, yang dapat memberikan beberapa hal dalam percepatan pembangunan anatar lain :

a. Penyediaan lapangan kerja
b. Pembangunan daerah-daerah tertinggal. Investasi diharapkan sebagai salah satu sumber
pembiayaan dalam pembangunan yang dapat digunakan untuk membangun Infrastruktur seperti pelabuhan, listrik, air bersih, jalan, rel kereta api, dan lain-lain.
c. Alih teknologi. Salah satu tujuan mengundang modal asing adalah untuk mewujudkan alih
teknologi.

Hal ini merupakan manfaat adanya investasi terhadap pertumbuhan ekonomi yaitu sebagai berikut :

1. Investasi akan menciptakan perusahaan-perusahaan baru, memperluas pasar atau merangsang
penelitian dan pengembangan teknologi lokal yang baru.
2. Investasi akan meningkatkan daya saing industri ekspor, dan merangsang ekonomi lokal melalui pasar kedua (sektor keuangan) dan ketiga (sektor jasa/pelayanan).
3. Investasi akan meningkatkan pajak pendapatan dan menambah pendapatan lokal/nasional, serta memperkuat nilai mata uang lokal untuk pembiayaan impor.

 

D. Sektor yang menjadi unggulan Kalimantan Timur

a. Kelapa Sawit

Setelah program perkebunan kelapa sawit sejuta hektar tahap I telah berhasil, Pemrpov. Kaltim kembali mencanangkan program sejuta hektar Tahap II. Saat ini total izin lokasi yang telah diterbitkan seluas lebih dari 3,3 juta Hektar dan IUP yang dikeluarkan adalah seluas 2,5 juta hektar, sedangkan realisasi penanaman modal telah mencapai sebesar 1,18 juta hektar, artinya untuk mencapai satu juta hektar tahap II ada sekitar dari 900.000 hektar luas area yang dapat dikejar realisasinya.

Peningkatan realisasi tanam bukan hanya untuk memenuhi target sejuta hektar yang telah dicanangkan, namun dalam aspek yang lebih luas, pertumbuhan perkebunan sawit semakin membaik akan mendorong terciptanya peluang-peluang investasi lainnya.

Industrilisasi di kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan membutuhkan jaminan dukungan suplai bahan baku dari perkebunan kelapa sawit disekitar kawasan utamanya dikawasan Kutai Timur dan Berau. Hingga tahun 2014, di seluruh Kalimantan Timur terdapat sebanyak 58 PKS dengan total produksi sebesar 1.925.614,4 Ton TBS. Sementara khusus di Kabupaten Kutai Timur terdapat 47 PKS dengan Produksi total sebesar 2,7 juta ton TBS dan 594 ribu ton CPO, sedangkan di Berau terdapat 6 PKS yang menghasilkan total 12 juta ton TBS dan 267.300 ton CPO.

Selain itu, produk-produk sampingan sawit juga punya potensi pengembangan dan bernilai ekonomis. Sehingga kedepannya pengembangan perkebunan yang mengacu pada zero waste policy juga akan menjadi target optimis yang bisa dicapai.

 

b. Karet

Komoditi Karet telah menjadi komuditi andalan masyarakat Kalimantan Timur, namun pengelolaannya masih secara tradisional. Hal ini sering diakibatkan fluktuasi harga alam dipasar domestik maupun internasional. Luas area pertanaman karet pada tahun 2014 tercatat seluas 113.485 Ha yang terdiri dari areal perkebunan rakyat 90.482 Ha, Perkebunan besar negara sebesar 709 Ha dan perkebunan besar swasta 22.602 Ha dengan produksi seluruhnya berjumlah 63.281 ton karet kering. Areal budidaya karet terbesar berada di daerah Kutai Barat baik luasan areal maupun produktifitasnya.

Sebagian besar produk karet yang dihasilkan masayarakat berupa bahan mentah yang didistribusikan oleh pengumpul ke pabrik pengolahan di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur, untuk kemudian dikemas kembali menjadi komoditi ekspor dengan tujuan pemasaran negara Tingkok, Eropa dan Amerika.

 

c. Kakao

Komoditi kakao juga sejak lama dioleh oleh masyarakat Kalimantan Timur secara tradisional. Produk yang dihasilkan pun juga masih merupakan bahan mentah yaitu biji kakao yang belum terfermentasi. Produk yang dihasilkan oleh petani kakao dijual sejumlah pengepul yang kemudian menjualnya ke pasar domestik dan internasional, terutama ke Malaysia.

Beberapa daerah yang tercatat sebagai sentra penanaman kakao di Kalimantan Timur antara lain Kabupaten Berau (kecamatan Sambaliung) dan Kabupaten Kutai timur (Kecamatan Busang). Di areal pertanaman kakao menurut statistik tahun 2014 sebesar ± 9.514 Ha dengan produksi biji
kakao kering sejumlah 4.053 ton.

 

d. Batubara dan Kelistrikan

Komoditi batubara telah menjadi pilar utama dalam perekonomian Kalimantan Timur utamanya dalam dua periode terakhir ini. Kondisi dimana berbagai sektor kehidupan ekonomi masyarakat dipengaruhi baik langsung maupun tidak oleh perkembangan perdagangan produk batubara. Implikasinya adalah saat harga batubara di pasar internasional menurun seperti saat ini, maka secara signifikan sektor-sektor ekonomi lain juga mengalami dampak serupa. Hal ini juga merupakan dampak dari komoditas perdagangan yan masih dalam bentuk bahan mentah. Potensi cadangan batubara kalimantan timur yang pada akhir tahun 2015 diperkirakan sebesar 8,7 Milyar ton tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota. Adapun produksi batubara kalimantan timur pada tahun 2015 tercatat sebesar 188,75 juta ton. Namun jumlah sebesar itu di perdagangkan hanya dalam bentuk bahan mentah.

Potensi batubara di Kalimantan Timur yang melimpah dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sektor energi seperti gas methane batubara yang dapat dikembangkan untuk pembangkit listrik, sedangkan batubara dengan kalori rendah dapat dikembangkan menjadi batubara cair yang digunakan sebagai bahan bakar.

Dengan potensi batubara yang dimiliki, sektor ketenagalistrikan juga merupakan peluang investasi yang menjanjikan di Kalimantan Timur. Kondisi saat ini, beban puncak masyarakat sebesar 360 MW dan diprediksi akan mencapai 632 MW di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara pada tahun 2017. Sementara kondisi eksisting pemenuhian listrik baru mencapai 265 MW. Saat ini kondisi ketenagalistrikan di Kalimantan Timur khususnya PLTU antara lain; PLTU Berau 14 MW, PLTU Embalut 2x25 MW, Ekspansi PLTU Embalut 60 MW, PLTU Senoni 2x 7 MW, PLTU Sumalindo 7 MW dan PLTU Ekspansi lati 5 MW.

 

Demikian disampaikan, semoga ke depannya, iklim investasi dan iklim usaha di Kalimantan Timur dapat terus tumbuh dinamis, membuka lapangan pekerjaan baru, mendorong pertumbuhan kawasan, meningkatkan harkat dan derajat hidup masyarakat, serta membuka keterisoliran dengan menumbuhkan pusat-pusat kegiatan ekonomi baru.

 

K e p a l a,
Diddy Rusdiansyah A.D, SE, MM
Pembina Tingkat I
NIP. 19640627 199003 1 006

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Informasi lebih lanjut :
Bidang Pengendalian dan Pengawasan BPPMD Prov. Kaltim
Jl. Basuki Rahmad No. 56 Samarinda 75117
Telp (0541) 743235 – 743487 fax (0541) 736446
Website : http://bppmd.kaltimprov.go.id
Email : humas@bppmd.kaltimprov.go.id dan humas.bppmdkaltim@gmail.com

 

 

Kembali
Link Instansi Terkait