Jl. Basuki Rahmat No.56, Samarinda 75112


Jumat, 21 November 2014      BPPMD Provinsi Kalimantan      617 kali

Peluang Pasar Investasi Kalimantan Timur (Karet dan Kakao)

Penulis : BPPMD Provinsi Kalimantan
Penerbit : BPPMD Provinsi Kalimantan
Jumlah Halaman : 113 Halaman
Ukuran File : 3.43 MB
Tipe File : application/pdf

Keterangan :

Komoditi karet dan kakao merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan baik dari sisi budidaya maupun sisi industri pengolahan. Karet merupakan komoditas yang elastis didalam memberikan kontribusinya terhadap pasar. Munculnya karet sintetik sempat memerosotkan pasar karet alam yang ada di dunia. Namun demikian dengan berjalannya waktu, kelemahan-kelemahan yang dimunculkan oleh karet sintetik seperti kurang elastisnya karet tersebut didalam pemakaian, menyebabkan kebutuhan pasar terhadap karet alam menjadi meningkat kembali. 

Komoditi karet alam dengan produk utama adalah getah karet (lateks). Areal penanaman tanaman karet di Indonesia dan di Kalimantan Timur khususnya hingga kini masih menunjukkan peningkatan yang cukup besar. Pada tahun 2010 luas perkebunan karet Kaltim adalah sebesar 78.289 ha, dengan produksi 54.338 ton. Luas areal pertanaman karet tahun 2013 tercatat seluas 103.117 Ha yang terdiri dari areal perkebunan rakyat 89.341 Ha, perkebunan besar negara sebesar 709 Ha dan perkebunan besar swasta 13.067 Ha dengan produksi seluruhnya berjumlah 59.963 ton karet kering. Sedangkan luas tanaman kakao sampai tahun 2013 sebesar 22.480 ha dengan total produksi biji kakao kering sebanyak 9.527 ton.

Komoditi potensial lain adalah kakao yang merupakan salah satu komoditas cukup penting bagi perekonomian nasional dalam hal penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara,  pengembangan wilayah dan agroindustri. Kebutuhan kakao untuk industri makanan dan minuman semakin meningkat.



Download


Kembali
Link Instansi Terkait