Senin, 05 Agustus 2019      Decky      201 kali

2020, DIBANGUN PIPA GAS TRANS KALIMANTAN

Palangkaraya, Kompas--Badan Pengatur  Hilir Minyak dan Gas Bumi akan membangun jaringan pipa gas Trans-Kalimantan tahun depan. Jalur pipa gas dirancang sepanjang 2.249 kilometer, melewati Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah. Pembangunan itu diharapkan akan mempermudah pasokan gas di seluruh wilayah Kalimantan.

Rencana Pembangunan itu disampaikan Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa dalam diskusi  “Pengembangan, Peningkatan, dan Pemanfaatan Gas Bumi di Kalimantan”, Kamis (1/8/2019), di Palangkaraya, Kalteng. Acara dihadiri Gubernur Isran Noor dan perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Kalteng, Kalsel,dan Kalbar. Perwakilan badan usaha nasional dan daerah diundang untuk berinvestasi dalam proyek itu.

“Ini untuk memenuhi kebutuhan energi gas di seluruh pulau Kalimantan. Selama ini dari kajian juga menunjukkan mampu sekali untuk diwujudkan,” kata Fanshurullah.

Jalur pipa gas Trans—Kalimantan ada dalam Rencana Induk BPH Migas 2012-2025. Jalur itu membentang dari Bontang (Kaltim) menuju Banjarmasin (Kalsel), Palangkaraya (Kalteng), hingga Pontianak (Kalbar).

Fanshurullah menyatakan, dari neraca gas bumi Indonesia tahun 2018-2027, diperkirakan gas bumi dari Pulau Kalimantan selama ini diolah menjadi gas alam cair (LNG) domestik, sebagian lagi diekspor. Walhasil, pemanfaatan gas bumi di Kalimantan belum optimal, terutama untuk transportasi dan rumah tangga.


Dari kajian BPH Migas, pasokan gas bumi di wilayah Kalimantan pada 2024 diperkirakan mencapai 2.609,49 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di seluruh Pulau Kalimantan.

Potensi kelebihan pasokan gas bumi di Kalimantan pada 2025 diperkirakan 40 kargo LNG atau 319,9 MMSCFD. Jumlah itu jika digunakan untuk pembangkit listrik dapat menghasilkan 1.599,5 MW. Gas diproduksi LNG Tangguh dan LNG Bontang di Kaltim.

Menurut rencana, sumber pasokan diambil dari Bontang yang sudah memiliki pipa transmisi dibanding provinsi lain di Kalimantan. “Tidak tertutup kemungkinan, jika potensi di Kalteng dioptimalkan, bisa digunakan untuk pembangkit seperti PLTMG Bangkanai di Barito Utara,” Katanya.

Isran Noor menilai, pembangunan pipa transmisi di Kalimantan merupakan investasi yang luar biasa. Hal ini juga merupakan bagian dari pemerataan pembangunan di Indonesia sehingga tidak hanya terpusat di wilayah Jawa.

“Saya memahami dari segi investor mungkin berat, tetapi kami akan lakukan pendekatan bersama (pemerintah provinsi) yang lain. Sebab, ini kalau ditawarkan  ke China laris manis ini,” katanya.

Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri mengungkapkan, pembangunan pipa transmisi gas Trans-Kalimantan akan berdampak pada perekonomian warga. Pembangunan ini juga diyakini berpengaruh terhadap peningkatan geliat unit usaha mikro. “ Tentunya ini untuk kesejahteraan masyarakat, itu tujuannya,” ujar Fahrizal.

Harian Kompas,1 Agustus 2019

Kembali
Link Instansi Terkait