Selasa, 06 Agustus 2019      Decky      20 kali

Tawarkan Investasi Tambang Hemat Energi

BERTEMPAT di Kantor Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan, Jalan Dondang, Balikpapan Tengah, Senin(8/5), Komisaris Perdagangan Industri Ekstratif Kedutaan Besar Kanada Emilie Carrier berkesempatan bertukar informasi dengan ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat. Pertemuan juga dilakukan untuk mengetahui peluang bisnis yang ada di Bumi Etam dan Balikpapan.

Emilie mengatakan, Kanada memang belum pernah melakukan investasi di Kaltim atau di Kalimantan sekalipun. Investasi dari negaranya sejauh ini ada di Papua, yakni di PT Freeport, Kemudian di Jawa dan di Sumatra.

“Kami ingin menambah nilai investasi ke Indonesia sebagai salah satu mitra yang potensial. Untuk itu sesuai arah bisnis kami ke Indonesia ke usaha Pertambangan, Migas, Kaltim kemungkinan sangat cocok,” terangnya

Ia menyampaikan, sektor-sektor yang akan terus dikembangkan di Indonesia terutama adalah finansial, pertambangan, minyak gas, manufaktur dan retail. “Paling besar investasi Kanada di layanan finansial. Sun Life dan Manulife adakah perusahaan asal kanada yang telah mempekerjakan banyak warga Indonesia,” paparnya.

Ia mencontohkan, perusahaan energi Kanada, Husky energy, juga sudah beroperasi  selama 30 tahun di Indonesia. Perusahan ini terlibat dalam proyek terbaru yaitu pengeboran lepas pantai di Selat Madura, untuk memproduksi LNG.


Di Kaltim, sambungnya, investasi dari kanada diyakini sangat menarik. Pasalnya, pihaknya menawarkan, perusahaan tambang yang mampu melakukan penghematan energy dan menurunkan karbon dalam ruang lingkup perkambangan. “Pemerintah Kanada memang mendorong penghematan energi dan karbon untuk semua perusahaan operator pertambangan,” kata perempuan yang baru satu tahun di Indonesia ini.

Ia menjelaskan, Kanada juga telah menggerakan penghematan energi dan karbon untuk opertor pertambangan secara global. “Kanada adalah pemimpin dunia dalam efisiensi energi dan mitigasi karbon untuk tambang Operator penambangan menjadi operasi rendah karbon dengan berinvestasi pada kendaraan bawah tanah bertenaga baterai, yang memangkas emisi karbon dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi para pekerja,” jelasnya,

Emilie menuturkan, untuk sektor migas, pihaknya memiliki perusahaan yang memiliki manajemen daur ulang atau pengelolaan limbah yang cukup baik. Pengurangan emisi metana, kemudian pengambilan dan penyimpanan karbon (CCS)yang baik menjadi nilai mereka. “Sektor migas di Indonesia mulai mengarah ke lepas pantai, kami sudah memiliki offshore development   yang baik. Negara kami menjadi negara yang mampu memproduksi minyak nomor lima besar dunia dan empat besar untuk gas. Tentunya sebagai operator migas dibebrapa lapangan migas di dunia kami sudah memiliki cukup nama,” terangnya.

Ia menyebutkan, Kanada tekenal didunia karena  keunggulan dan inovasinya di industri minyak dan gas. Banyak negara telah mengakui posisi terdepan kanada dalam teknologi, proses dan pemanfaatan ladang minyak, serta memodelkan peraturan mereka sendiri tentang apa yang mereka lihat dari beberapa regulator energi di kanada.

Sementara itu, Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat mengatakan, pihak berharap kaltim terbuka dengan investasi asing. Paling tidak dari teknologi yang bawa perusahaan asing ini bisa di implementasi di indonesia atau Kaltim.

“Orang kita bisa belajar dari mereka. Contohnya seperti PHM yang sebelumnya Total E&P Indonesia. Banyak teknologi dan cara kerja yang dibawa dan bisa ditularkan kepada kita. Tentu kita akui perusahaan asing lebih bagus dari sisi teknologi,” terangnya.

Menurutnya, perusahaan tambang yang bisa menciptakan industri yang ramah lingkungan ini sangat jarang di Kaltim. Tentu perusahaan kanada, yang jika nanti berinvestasi di kaltim, membawa teknologi baru yang bisa diterapkan. “Sejauh ini kami akan melihat peluang mereka dan akan membantu mereka jika tertarik investasi di kaltim. Apalagi, isu ibukota di Kaltim tentu akan banyak mengundang para investor. Mereka bisa masuk disini,” jelasnya.

Sumber: Koran Kaltim Post Tanggal 6 Agustus 2019

Kembali
Link Instansi Terkait