Jl. Basuki Rahmat No.56, Samarinda 75112


Kamis, 07 Februari 2019      JUNIARDI      773 kali

KERJASAMA PERCEPATAN PENGEMBANGAN MARATUA DENGAN REPUBLIK SEYCHELLES

Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda – Penandatanganan Surat Keputusan Bersama antara Gubernur Kalimantan Timur, Bupati Berau dan Duta Besar Seychelles untuk ASEAN tentang Tim Percepatan Kerjasama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua pada Rabu (06/02/2019) menjadi momentum dimulainya kerjasama Kalimantan Timur dengan Republik Seychilles di sektor pariwisata.


Penandatanganan Surat Keputusan Bersama ini disaksikan oleh Ketua DPRD Kaltim, M Syahru, dan Pj Sekretaris Provinsi Kaltim, Dr. Hj. Meiliana, serta dihadiri oleh berbagai OPD terkait. DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur sendiri termasuk menjadi salat satu pelaksana dalam tim dimaksud. Penandatanganan Kesepakatan Bersama ini diikuti dengan penyampaian Masterplan pengembangan Maratua oleh Duta Besar Seychelles untuk ASEAN kepada Gubernur Kalimantan Timur dan Bupati Berau.

Disampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang besar oleh Bupati Berau, H. Muharram, S.Pd, MM terhadap Gubernur Kalimantan Timur dan Duta Besar Seychelles untuk ASEAN untuk kerjasama ini. Kerjasama ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Kalimantan Timur dalam memanfaatkan potensi Kabupaten Berau yaitu wisata bahari, dengan mengambil keuntungan kesamaan kondisi alam dan landscape Maratua yang serupa dengan Seychelles, yaitu kepulauan.

Namun terdapat sedikit kendala yang akan dijumpai pada prosesnya nanti. Kendala tersebut antara lain belum terlalu memadainya fasilitas infrastruktur di Kabupaten Berau, khususnya di Maratua, serta kepentingan masyarakat yang berbenturan. “Kendalanya nanti adalah Masterplan yang agak berbeda dengan keinginan pemilik lahan di Maratua”, tutur Muharram. Mengenai fasilitas infrastruktur, landasan Bandara Maratua yang belum dapat sepenuhnya digunakan oleh pesawat berbadan besarlah yang menjadi fokus utama.

Menanggapi hal ini, Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si menyampaikan bahwa proyek – proyek infrastruktur yang besar/strategis, termasuk pengembangan bandar udara Maratua nantinya, akan ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat melalui APBN. Sedangkan untuk permasalahan ketidaksesuaian dengan keinginan para pemilik lahan, Gubernur mempercayai dan menyerahkan sepenuhnya kepada wewenang Bupati untuk menangani. Bupati Berau menyarankan perlu ada rembuk bersama antara pemiliki lahan, pengusaha, Pemkab Berau, dengan pihak Seychelles, agar pengolahan lahan oleh para pengusaha berjalan aman dan tidak merusak landscape Maratua.

Hal senada disampaikan oleh Duta Besar Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, bahwa memang perlu diadakan pertemuan bersama semua pihak. Menghindari selisih paham atas kepemilikian lahan, serta selisih paham peruntukan pengembangan lahan dimaksud. Selain itu, disarankan bahwa kondisi landasan yang belum besar tidak perlu menjadi fokus besar pada saat ini. Karna yang terpenting adalah pengembangan brand dari Maratua itu sendiri, dan segmentasi turis.

Disarankan untuk mengembangkan brand Maratua menjadi destinasi wisata eksklusif yang menargetkan kualitas dibandingkan kuantitas, dan dengan segmen turis tertentu. Skema seperti ini akan tetap mendatangkan keuntungan besar, namun tetap menjaga keindahan dan kelangsungan Maratua, serta tidak memaksa pengembangan Bandara Maratua dalam skala besar. Selain itu, keunikan Maratua yang khas akan tetap menarik minat turis, walaupun dengan akses yang tidak besar. (*Bidang Promosi)

Kembali
Link Instansi Terkait