Jl. Basuki Rahmat No.56, Samarinda 75112


Senin, 08 April 2019      Decky      772 kali

PT Dahana dan PT Pupuk Kaltim akan Membangun Pabrik Bahan Peledak dengan Anggaran Rp 1,1 Triliun

Dua raksasa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Dahana dan PT Pupuk Kalimantan Timur berencana membangun pabrik bahan peledak di Kota Bontang. Joint Venture keduanya telah membentuk perusahaan PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) sebagai pengelola pabrik nantinya. Kini, proses perizinan mesih dilengkapi oleh perusahaan. Ditarget, proyek senilai Rp 1,1 triliun bisa beroperasi pada 2021 mendatang.  Dari siaran pers yang diterima Tribun Kaltim, proyek ini bakal didirikan di kawasan industri milik PT Kaltim Industrial Estate (KIE) dengan total luasan sebesar 6 hektar. Tetapi, luasan lahan untuk keperluan pabrik hanya 2,5-3 hektar saja, selebihnya dimanfaatkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Direktur Utama PT Dahana, Budi Antono dalam siaran persnya mengatakan, pabrik ini nantinya berkapasitas produksi 75 ribu ton per tahun dengen komposisi produk Amonium Nitrat dan Asam Nitrat. Rencananya, hasil produksi bakal dipasarkan untuk kebutuhan dalam negeri dan industri batu bara. Pihak perusahaan menjamin produksi pabrik bisa sangat aman. Sebab, teknologi pengoperasian pabrik telah mendapat persetujuan dan direkomendasikan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).


Sementara itu, konstruksi pabrik telah menujuk pemenang tender melalui tender internasional yakni perusahaan konsorsium PT Wijaya Karya (Wika)- Sedin Enggineering. “Kementerian BUMN mendukung proyek nasional ini, salah satunya dengen pencanangan yang telah dilakukan alhier Oktober 2018 lalu,” katanya.  Lebih lanjut, Budi menerangkan pembangunan proyek ini nantinya bakal bekerja sama dengan Pemkot Bontang terkait pemberdayaan tenaga kerja. Pun demikian, belum ada rincian kebutuhan tenaga kerja yang dijabarkan untuk proyek pembangunan ini.  Sementara ini, PT Dahana sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah warga dan tokoh masyarakat di sekitar bufferzone, Kelurahan Guntung dan Loktuan. PT Dahana membutuhkan saran dan dukungan dari masyarakat sekitar untuk memuluskan rencana pembangunan pabrik ini.  

Untuk informasi, rencana pembangunan pabrik bahan peledak oleh PT Dahana sudah digagas sejak 2009 lalu. Sayangnya, proyek tersebut mandek arena beberapa kendala. Saat ini, kawasan industri PT KIE telah berdiri dua pabrik bahan peledak, PT Kaltim Nitrat Indonesia (KNI) berkapasitas 300 ribu ton tiap tahun dan PT Black Bear denna rata-rata produksi tiap tahun 82 ribu ton. Kehadiran PT KAN akan menambah jumlah pabrik bahan peledak di Kota Bontang. Bahan baku amonia dari produksi PT Pupuk Kaltim menjadi daya tarik para investor mendirikan pabrik bahan peledak di Kota Bontang.

Rekrutmen Tenaga Kerja Via Disnaker

RENCANA pembangunan pabrik bahan peledak oleh perusahaan joint venture PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Kota Bontang diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi masalah pengangguran di Kota Bontang. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bontang, meminta agar perusahaan tertib administrasi dan aturan perekrutan tenaga kerja. Kepala Bidang, Pelatihan, Produktivitas, dan Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Bontang Usman HM mengatakan sejauh ini belum ada laporan dari PT KAN terkait kebutuhan tenaga kerja. Sesuai Perda Kota Bontang Nomar 1/2009 Tentang Rekrutmen dan Tenaga Kerja, perusahaan diwajibkan memberi laporan kepada Disnaker untuk kebutuhan tenaga kerja mereka.

“Belum ada saya termin soal kebutuhan tenaga kerja oleh PT KAN. Tapi mereka harus tertib terhadap aturan Kota Bontang” ujar Usman kepada tribun saat dikonfirmasi, Minggu (7/4/2019).

Usman menjelaskan, tingkat pengangguran Kota Bontang menurut data Badan Pusat Statistik terakhir tercatat sebanyak 9.600 orang. Kehadiran investasi di Kota Bontang diharapkan bisa mengatasi permasalahan tenaga kerja ini. 

Di dalam aturan terbaru Kota Bontang, setiap perusahaan yang beraktivitas di Kota Bontang wajib berkoordinasi dengan Disnaker terkait perekrutan tenaga kerja. Seluruh rekrutmen tenaga kerja wajib melalui Disnaker Bontang. Komposisi tenaga kerja lokal yang diterima 75 persen dari lokal. “Harus satu pintu, melalui Disnaker. Jadi tidak ada titipan atau rekrutmen dari perusahaan,” ujar Usman.  Pihaknya pun dalam waktu dekat ini bakal memanggil seluruh perusahaan se-Kota Bontang untuk menyampaikan aturan ini. Diharapkan, proses kehadiran investasi membawa dampak positif untuk pemberdayaan tenaga kerja lokal di Bontang.

Kembali
Link Instansi Terkait