Selasa, 06 Agustus 2019      Decky      14 kali

Matchmaking Pelaku Usaha Antar Provinsi Demi Mewujudkan UMKM Naik Kelas

Hari Rabu (30/7/2019) DPMPTSP Provinsi Kaltim menghadiri rapat Matchmaking kerjasama dunia usaha antar Provinsi yang diselenggarakan oleh DPMPTSP Provinsi Jawa Timur di Hotel Aria Gajayana, Malang, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk tindak lanjut kerjasama penanaman modal DPMPTSP Provinsi Jawa Timur dengan beberapa Provinsi partner. Salah satunya dengan DPMPTSP Provinsi Kaltim yang pada tahun 2018 lalu melakukan perjanjian kerjasama di bidang penanaman modal dan PTSP dengan DPMPTSP Provinsi Jatim. Dalam acara ini, DPMPTSP Provinsi Kaltim diwakili oleh Dessy Retno Astrini sebagai analisis pemasaran dan kerjasama dari Bidang Promosi Penanaman modal dan Dwi Harkati Ningsih selaku staff pelaksana dari seksi Perencanaan dan kebijakan Penanaman Modal.

“Kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk mempromosikan potensi maupun peluang usaha di Provinsi Kaltim terutama di bidang UMKM. Tentunya potensi maupun peluang usaha dari sektor UMKM Provinsi Kaltim, akan kami tawarkan sekaligus promosikan kepada peserta acara yang hadir dalam acara ini, khususnya bagi pelaku UMKM Jawa Timur.” Kata Dessy Retno didampingi Dwi Harkati Ningsih   

Dalam sambutannya, Kepala DPMPTSP Provinsi Jatim berharap kegiatan ini menjadi tombak kerjasama pelaku usaha Provinsi Jatim untuk mengembangkan usahanya bekerjasama dengan pelaku usaha provinsi lainnya  khususnya di Provinsi Kaltim dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan nilai investasi dan perekonomiaan di masing-masing Provinsi. Rapat kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan jenis usaha maupun potensi usaha daerahnya yang dapat dikerjasamakan atau sesi “Matchmaking” antar Provinsi.

DPMPTSP Provinsi Kaltim berkesempatan memperkenalkan potensi UMKM yang saat ini perlu dikerjasamakan dengan daerah lain, khususnya di Jawa Timur yakni: Sektor Pertanian dan perkebunan (Seperti buah naga, buah nanas, singkong, gajah, dan lain-lain), perikanan, peternakan, dsb dengan menawarkan berbagai bentuk skema kerjasama (tukar menukar barang atau joined produksi) dilanjutkan dengan agenda one-on one meeting dengan perwakilan pemerintah, antara pelaku usaha-Pemerintah, dan antar pelaku usaha.


Dalam agenda tersebut, DPMPTSP Provinsi Kaltim menerima banyak ketertarikan dari berbagai pihak terutama dari perwakilan pemerintah, pelaku usaha, maupun individu yang tertarik dengan peluang maupun potensi UMKM di Kalimantan Timur. Tentu ini merupakan kabar baik bagi para pelaku UMKM Provinsi Kaltim yang ingin mempromosikan sekaligus mengembangkan usahanya lewat skema matchmaking antar provinsi.

“ Agenda One-on One Meeting ini menjadi peluang bagi para peserta acara untuk mengetahui lebih detail peluang, potensi, sekaligus  berinvestasi di sektor usaha UMKM yang ada di Provinsi Kaltim. Tentu ketertarikan yang cukup besar dari peserta acara hari ini menjadi modal kami untuk mempromosikan sektor UMKM di acara berikutnya.” Tutur Dessy Retno.

Agenda acara kemudian dilanjutkan berbagai paparan. Paparan disampaikan kepada peserta acara bertujuan untuk mengedukasi para pelaku usaha dan pemerintah daerah lainnya mengenai strategi pengembangan dunia usaha sebelum terjun pada real kerjasama.

Paparan pertama disampaikan oleh perwakilan BKPM-RI dengan judul “ Kebijakan dan Strategi dunia usaha dalam rangka peningkatan penanaman modal” dimana membahas tentang situasi terkini perekonomian dunia usaha beserta tantangannya dan cara mengatasi tantangan tersebut melalui peningkatan skill pada sector industry 4.0 (digitalisasi).

Dilanjutkan paparan kedua disampaikan BEA Cukai dengan judul “KITE” (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) IKM yang menginformasikan kepada para pelaku usaha untuk menggunakan fasilitas KITE yang dikembangkan oleh Bea Cukai dan terintegrasi dengan beberapa Kementerian lainnya. KITE sendiri merupakan fasilitas dagang dan industri di bidang kepabean dan cukai agar proses impor dan ekspor lebih mudah dan rendah biaya, sehingga menurunkan biaya produksi. Namun margin penjualan dan keuntungan tetap terjaga.

Kemudian Paparan dari Kadin Jatim dengan judul Welcome to Dunia Ghoib” yang titik fokusnya mempersiapkan dunia usaha bersaing dengan menggunakan fasilitasi digital dalam era Industri 4.0, dengan fokus advertising, branding,dan langkah beriklan sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing pelaku usaha.

Dengan segala potensi maupun peluang sektor usaha yang ditawarkan terutama di sektor UMKM, DPMPTSP Provinsi Kaltim mengundang pelaku usaha/investor untuk datang berinvestasi di Provinsi Kaltim sekaligus berkomitmen memfasilitasi seluruh perizinan yang dibutuhkan para pelaku usaha maupun investor yang tertarik berinvestasi di Provinsi Kaltim agar bisa merealisasikan investasinya sekaligus mewujudkan slogan “EAST Kalimantan Your Next Investment Destination”.

 

Kembali
Link Instansi Terkait