Kawasan Industri Wisata Bahari Di Pulau Derawan Yang Eksotik Dan Menantang
Update: Kamis, 31 Juli 2014
artikel

Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah melakukan Perjanjian Kerjasama No. 370/04-074/BKPM & PT/ 2012 – No. 199/335/BPPMD-Sekr/2012, tanggal 25 Mei 2012 tentang Penanaman Modal. Berdasarkan perjanjian tersebut kedua belah pihak sepakat melakukan implementasi kegiatan kerjasama dibidang penanaman modal, diantaranya mencakup pemanfaatan potensi sektor peternakan, pertanian serta pariwisata.

Khususnya di sektor pariwisata di Kaltim memiliki wisata bahari yang tidak kalah indahnya dengan yang ada di NTB, yaitu Pulau Lombok dan sekitarnya, sedangkan di Kaltim adalah di Kepulauan Derawan. Selain keindahan lautnya berupa kekhasan ekosistemnya berupa  terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove); terdapat pula spesies yang dilindungi, seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, lumba-lumba, kima, ketam kelapa, ikan duyung, ikan barakuda dan beberapa spesies lainnya.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan
Update: Rabu, 09 Juli 2014
artikel

Dengan ditetapkannya KIPI Maloy sebagai salah satu dari sejumlah proyek pembangunan di Kaltim yang masuk dalam program MP3EI Koridor Ekonomi Kalimantan merupakan bukti proyek tersebut sangat strategis sehingga patut mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

Dasar hukum pembangunan dan pengembangan KIPI Maloy adalah Peraturan Presiden No.32/2012 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Ekonomi Kalimantan, sebagai Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang dan Lumbung Energi Nasional dan juga diperkuat dengan Instruksi Presiden No.1/2010, yang menetapkan Kalimantan Timur sebagai Klaster Industri berbasis Oleochemical di Maloy Kutai Timur. yang mencakup luas lahan pada KIPI Maloy I sebesar 1.000 Ha dan KIPI Maloy II sebesar 4.305 Ha. Sesuai penetapan Instruksi Presiden tersebut  basis utama pengembangannya adalah produk turunan CPO  (oleochemical), karena ditunjang oleh perkebunan kelapa sawit yang sampai dengan saat ini sudah mencapai luasan 939.286 Ha untuk seluruh wilayah Kaltim dan 359.519 Ha khusus untuk wilayah Kabupaten Kutai Timur. Jumlah pabrik pengolahan CPO sebanyak 57 pabrik, dan telah menghasilkan sebanyak 1.483.523 ton CPO.

Kawasan Industri Kariangau (KIK)
Update: Rabu, 09 Juli 2014
artikel

Kawasan Industri Kariangau (KIK) adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan Industri yang berlokasi di daerah pesisir Kota Balikpapan,  kedepan  KIK  yang dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang akan semakin meningkatkan peran dan nilai strategis Balikpapan dalam pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Lokasi industri KIK direncanakan dibagi menjadi kawasan utara antara lain untuk jenis industri substitusi impor, manufaktur, lokal base dan industri campuran. Sementara lokasi industri di sebelah selatan berupa manufaktur logam dan kimia (input dari industri ini sudah berupa bahan setengah jadi yang dapat meminimumkan pengolahan bahan), industri teknologi modern dan industri berorientasi ekspor. Sedangkan industri lainnya tetap berada di daerah pinggir, yaitu sepanjang pesisir sebelah barat kawasan, terutama bagian selatan.


go invest! Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur merupakan lembaga teknis yang menjadi unsur penunjang pemerintah provinsi dan memiliki tugas dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan dibidang promosi dan investasi.
KONTAK DPMPTSP
Provinsi Kalimantan Timur

Jl. Basuki Rachmat No. 56
Samarinda 75125, INDONESIA
Telp : +62-541 743235
Fax : +62-541 736446
e-mail 1 : humas@bppmd.kaltimprov.go.id
e-mail 2 : humas.bppmdkaltim@gmail.com
http://dpmptsp.kaltimprov.go.id
0.0589