POTENSI & PELUANG INVESTASI
Potensi & Peluang Investasi Sektor Industri
Kamis, 27 Februari 2014
artikel

SEPUTAR INDUSTRI KALIMANTAN TIMUR


Penggolongan sektor industri berdasarkan jumlah tenaga kerjanya dibedakan menjadi industri besar, industri sedang, industri kecil dan industri kerajinan rumah tangga. Data mengenai industri besar dan sedang tersedia setiap tahun, sedangkan data mengenai industri kecil dan rumah tangga tidak tersedia pada publikasi ini. Perusahaan industri besar adalah usaha industri dengan tenaga kerja lebih dari 100 orang, dan industri sedang adalah usaha industri dengan tenaga kerja antara 20-99 orang. Banyaknya perusahaan Industri Besar dan Sedang di Kalimantan Timur pada tahun 2010 tercatat 110 perusahaan dengan menyerap 31.459 tenaga kerja, dengan total pengeluaran untuk tenaga kerja berkisar Rp 1,22 triliun. Dilihat dari jumlah perusahaan, pada tahun 2010 mengalami penurunan dibanding tahun 2009, namun penyerapan tenaga kerja dan nilai tambahnya meningkat sehingga pertumbuhan untuk sektor industri mengalami percepatan.


1. Peluang Investasi mengenai Pengembangan Investasi Industri Hilir Petrokimia
berbasis C1 (metana) Di Kalimantan Timur

Potensi sumber daya alam Kalimantan Timur berupa cadangan gas alam yang mencapai sekitar 24 % dari seluruh cadangan gas alam Indonesia merupakan modal dasar bagi pengembangan industri Petrokimia (Ditjen Migas, 2012). Elemen-elemen penting yang dibutuhkan untuk mengembangkan industri Petrokimia di Kalimantan Timur telah tersedia melimpah sehingga jika dikembangkan secara modern dapat menjadi ppeluang investasi yang siap ditawarkan kepada calon investor. Dalam hal ini khususnya industri petrokimia berbasis C1 (metana) dapat menghasilkan produk-produk methanol, amoniak, dan bahan lainnya.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar domestik dan mengembangkan industri hilir pengguna produk petrokimia seperti industri pertanian dan manufaktur, maka perlu untuk membangun suatu industri petrokimia yang terintegrasi. Oleh karena itu, kajian mengenai industri hilir petrokimia berbasis C1 (metana) perlu dilakukan sebagai upaya untuk memetakan dan mengembangkan potensi dan peluang investasi industri petrokimia basis C1 (metana) serta pengembangannya.

Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa industri hilir petrokimia layak untuk diusahakan dan memberikan keuntungan. Hasil analisis sensitivitas secara keseluruhan menunjukan bahwa industri hilir petrokimia sangat peka terhadap perubahan harga bahan baku, sehingga jika ada kesetabilan pasar dan ketersediaan bahan baku yang dekat dengan lokasi pabrik akan memberikan kemudahan dan mengurangi biaya produksi dan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi para investor.

Download Kajian Selengkapnya Disini


2. Pra Studi Kelayakan Pengembangan Investasi
Pembangunan Pabrik Semen di Provinsi Kalimantan Timur

Peningkatan daya saing nasional perlu dikembangkan pada sektor-sektor produksi, utamanya industri, pertanian dan pariwisata. Pembangunan industri didorong untuk meningkatkan nilai tambah berbagai komoditi unggulan, khususnya koridor ekonomi dalam kerangka Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Peningkatan daya saing nasional tidak dapat lepas dari kemampuan daerah untuk meningkatkan daya saingnya.

Tahun 2012 laju industri semen di dalam negeri menemukan masa kejayaannya dengan total penjualan sebanyak 45 juta ton senilai Rp. 43 triliun atau meningkat 5,6 persen dibanding tahun sebelumnya senilai Rp. 40,7 triliun. Menurut survei yang dilakukan CDMI, kebutuhan semen nasional tahun 2013 diperkirakan sebesar 52,28 juta ton. Diperkirakan pada tahun 2016 kebutuhan meningkat hingga 74,07 juta ton. Total produksi semen Indonesia saat ini masih sebesar 45,24 juta ton, masih terdapat defisit semen sebesar 7,04 juta ton. Meskipun seluruh pabrik semen saat ini berproduksi penuh, di tahun 2016 diperkirakan masih terjadi kekurangan sebesar 17,25 juta ton.

Semen merupakan komiditi strategis yang memanfaatkan potensi sumber daya alam bahan galian non logam berupa batu kapur, tanah liat, pasir besi,dan gipsum. Mengingat penyebarannya yang begitu banyak di Provinsi Kalimantan timur. maka di Kalimantan Timur sangat diperlukan berdirinya industri semen mengingat kebutuhan semen di Kalimantan Timur semakin bertambah dengan adanya pembangunan beberapa proyek berskala besar, Batu gamping sebagai bahan baku utama pabrik semen, penyeberannya di Prov.Kaltim terdapat di Kab.Berau, Kab Kutai Timur, Kab.Kutai Barat, Kab.Kutai Kartanegara, Kab.Panajem Paser Utara, Kab.Pasir, Kota Bontang dan Kota Saamrinda. Sumberdaya batugamping terbesar ada pada Kab.Kutai Kartanegara, yaitu 9.457.421.539 m3 diikuti dengan Kab. Kutai Timur yaitu 8.852.324.000 m3.

Download Kajian Selengkapnya Disini


3. Investasi Industri Minyak Goreng Kelapa Sawit

Minyak goreng adalah salah satu produk jadi primer yang dihasilkan dari buah kelapa sawit. Dari kelapa sawit dapat diperoleh dua jenis minyak kasar, yaitu Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Kernel Palm Oil (PKO).

Tingginya pertumbuhan luas areal tanaman kelapa sawit dalam 5 tahun terakhir ini di Kalimantan Timur sebesar 15.312 ha/th (BPS Kaltim, 2006) menggambarkan adanya peluang untuk mendirikan pabrik minyak goreng di Kalimantan Timur karena adanya ketersediaan bahan baku yang cukup. Hal ini akan memacu pertumbuhan ekonomi daerah, karena keberadaan industri hilir kelapa sawit otomatis akan meningkatkan lapangan kerja, daya beli masyarakat, dan pendapatan asli daerah (PAD).

Pabrik minyak goreng dengan kapasitas 700-1.000 ton CPO per hari dapat dibangun pada lokasi dengan luas sekitar 4-6 ha. Selain lahan untuk pengolahan limbah, yang juga penting untuk dipertimbangkan adalah ketersediaan air dan energi/listrik. Untuk pabrik dengan kapasitas 1.000 ton CPO per hari memerlukan energi sekitar 19.100 kWH setara dengan 16.758 liter solar dan air sebanyak 11.159 ton per hari.

Beberapa lokasi potensial yang dapat dipertimbangkan sebagai lokasi pabrik minyak goreng adalah Balikpapan, Kabupaten Pasir, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, atau Nunukan.

Download Kajian Selengkapnya Disini


4. Pra Kelayakan Pengembangan Jaringan Kereta Api Balikpapan-Samarinda-Bontang Sangatta

Transportasi jaringan kereta api mempunyai banyak keunggulan dibanding transportasi jalan antara lain; kapasitas angkut besar (massal), cepat, aman, hemat energi dan ramah lingkungan serta membutuhkan lahan yang relatif sedikit. 

Pembangunan Jaringan Kereta Api Balikpapan - Samarinda - Bontang - Sangata di Provinsi Kalimantan Timur diharapkan mampu menjadi tulang punggung angkutan barang dan angkutan penumpang perkotaan sehingga dapat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur. Penyelenggaraan  jaringan kereta api Balikpapan - Samarinda - Bontang - Sangata yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya dapat meningkatkan efisiensi penyelenggaraan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Timur. Oleh karena itu penyelenggaraan  jaringan kereta api Balikpapan - Samarinda - Bontang - Sangata harus mampu menjadi bagian penting dalam struktur perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur. 

Download Kajian Selengkapnya Disini


5. Pra Studi Kelayakan Investasi Pembangunan Industri Hilirisasi CPO di KIPI Maloy Provinsi Kalimantan Timur

Kawasan Industri Maloy direncanakan sebagai kawasan industri berbasis oleochemical dengan skala internasional yang akan difokuskan untuk mengolah hasil pertanian kelapa sawit berupa Crude Palm Oil (CPO) beserta dengan industri olahan dan turunannya, seperti minyak goreng, biodiesel, kosmetik, dan lain-lain. KIPI Maloy diarahkan untuk menampung kegiatan industri, ekspor dan impor serta kegiatan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Seiring dengan proses pembangunan KIPI Maloy, hingga pada tahun anggaran 2011 telah dilakukan penyusunan Feasibility Study, Masterplan, Bussiness Plan, DED Pelabuhan, Studi AMDAL Kawasan Industri, dan KLHS Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Maloy.

Download Kajian Selengkapnya Disini


go invest! Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur merupakan lembaga teknis yang menjadi unsur penunjang pemerintah provinsi dan memiliki tugas dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan dibidang promosi dan investasi.
KONTAK DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Basuki Rachmat No. 56
Samarinda 75125, INDONESIA
Telp : +62-541 743235
Fax : +62-541 736446
e-mail 1 : humas@bppmd.kaltimprov.go.id
e-mail 2 : humas.bppmdkaltim@gmail.com
http://dpmptsp.kaltimprov.go.id
0.0157