POTENSI & PELUANG INVESTASI
Potensi & Peluang Investasi Sektor Perkebunan
Kamis, 27 Februari 2014
artikel

SEKILAS PERKEBUNAN KALIMANTAN TIMUR


Jenis-jenis tanaman perkebunan yang dikembangkan di Kalimantan Timur antara lain: karet, kelapa, kopi, lada, coklat, kelapa sawit, gula aren dan lainnya yang merupakan gabungan dari beberapa tanaman perkebunan. Usaha tanaman perkebunan ini terbagi menjadi perkebunan besar pemerintah, perkebunan besar swasta dan perkebunan rakyat.

Areal perkebunan di Kalimantan Timur secara keseluruhan pada tahun 2012 adalah 1.131.429 ha dengan produksi 5.871.015 ton. Wilayah terbesar dari luas perkebunan ditanami kelapa sawit. Produksi kelapa sawit mencapai 5.734.464 ton dari luas tanaman 961.802 ha. Produksi terbesar kedua adalah perkebunan karet sebesar 77.191 ton dan perkebunan kelapa 24.510 ton dari luas tanaman 91.784 ha dan 30.703 ha. Tercatat pada perkebunan besar produksi kelapa sawit mencapai 273.183 ton dari luas tanaman 17.237 ha. Sementara perkebunan besar swasta tercatat 4.357.752 ton produksi kelapa sawit dengan luas 717.845 ha, dan perkebunan Rakyat memproduksi 1.103.529 ton. Dari tahun ke tahun luas perkebunan kelapa sawit selalu meningkat, sejalan dengan program gubernur dalam upaya meluncurkan program "satu juta hektar kelapa sawit" sehingga area pabrik akan meningkat dari tahun ke tahun.


1. Investasi Budidaya Komoditi Kelapa

Bagi masyarakat Indonesia, kelapa merupakan bagian dari kehidupannya karena semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial dan budaya. Sesuai kondisi lahan dI Kalimantan Timur yang potensial untuk pertanaman kelapa, jagung merupakan tanaman yang cocok untuk dikombinasikan dengan pertanaman kelapa.

Di Kalimantan Timur, tanaman kelapa dalam merupakan komoditi tradisional yang tumbuh dengan baik pada semua tempat yang diusahakan oleh masyarakat sebagai tanaman perkarangan maupun yang diusahakan dalam hamparan yang cukup luas. Usaha perkebunan kelapa dalam rakyat dalam hamparan yang luas terdapat di Kabupaten Kutai Timur (Kecamatan Sangkulirang, Sandaran dan Kaliorang), Kabupaten Kutai Barat (Kecamatan Melak dan Barong Tongkok), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kecamatan Samboja, Muara Jawa dan Kota Bangun), Kabupaten Pasir (Kecamatan Tanah Grogot, Pasir Belengkong, dan Long Kali), Kabupaten Penajam Paser Utara (Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku), Kabupaten Berau (Kecamatan Talisayan), Kota Samarinda (Kecamatan Samarinda Utara, dan Palaran), Kota Balikpapan (Kecamatan Balikpapan Timur, dan Balikpapan Utara).

Luas areal kelapa rakyat di Kalimantan Timur tahun 2007 tercatat sebanyak 38.544,50 ha dengan jumlah produksi sebanyak 38.670 ton.

Download Kajian Selengkapnya Disini


2. Budidaya Tanaman Jagung Terintegrate dengan Industri Pakan Ternak

Jagung termasuk komoditas strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian Indonesia, mengingat komoditas ini mempunyai fungsi multiguna, baik untuk pangan maupun pakan. Jagung digunakan sebagai makanan hewan ternak dan juga digiling menjadi tepung jagung (comstarch) untuk produk-produk makanan, minuman, pelapis kertas, dan farmasi.

Penggunaan jagung untuk pakan telah mencapai 50% dari total kebutuhan. Konsumsi jagung untuk pakan cenderung meningkat dengan rata-rata pertumbuhan pertahun sebesar 11,52%, sementara itu pertumbuhan produksi hanya 6,11%.

Disamping untuk pakan ternak, jagung juga diperlukan untuk industri makanan ternak yang pertumbuhannya juga makin meningkat. Kecenderungan konsumsi jagung di Indonesia yang makin meningkat lebih tinggi dari peningkatan produksi, menyebabkan makin besarnya jumlah impor dan makin kecilnya ekspor.

Kalimantan Timur merupakan provinsi yang mempunyai potensi lahan kering yang berpotensi besar untuk pengembangan tanaman jagung di Indonesia. Pada tahun 2007, luas areal penanaman jagung 9,975 hektar yang tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Timur dengan produksi mencapai 11,620 ton.

Wilayah Kalimantan Timur antara lain Penajam Paser Utara, Bulungan, Kutai Kertanegara, Kutai Timur, dan Nunukan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.

Download Kajian Selengkapnya Disini


3. Investasi Budidaya Jeruk Borneo Prima

Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan, sedangkan jeruk yang ada sekarang di Indonesia dipercaya merupakan peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan italia.

Provinsi Kalimantan Timur terdiri atas 14 Kabupaten Kota, dimana sebagaian besar dari Kabupten mencanangkan program pengembangan pertanian sebagai arah pembangunannya sebagai antisipasi dari menipisnya cadangan kekayaan alam berupa emas, batubara, minyak bumi dan kayu. Salah satu prioritas pengembangannya adalah komoditas hortikultura unggul asli asal Kalimantan Timur.

Sebagai tempat asal ditemukannya jeruk keprok Borneo Prima, Kecamatan Rantau Pulung di Kabupaten Kutai Timur dipilih sebagai daerah pengembangan perkebunan jeruk yang diusahakan dalam skala besar.

Download Kajian Selengkapnya Disini


4. Investasi Budidaya Kakao

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Di samping itu, kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri.

Keberhasilan perluasan areal tersebut telah memberikan hasil nyata bagi peningkatan pangsa pasar kakao Indonesia di kancah perkakaoan dunia. Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai produsen kakao terbesar kedua dunia setelah Pantai Gading pada tahun 2002,

Indonesia masih memiliki lahan potensial yang cukup besar untuk pengembangan kakao yaitu lebih dari 6,2 juta ha terutama di Irian Jaya, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku dan Sulawesi Tenggara.

Kalimantan Timur merupakan Provinsi yang mempunyai potensi besar bagi pengembangan komoditi tanaman kakao di Indonesia. Kakao merupakan salah satu komoditi unggulan di Provinsi ini.

Download Kajian Selengkapnya Disini


5. Komoditi Ekspor Karet Alam di Kalimantan Timur

Karet merupakan komoditas yang elastis  didalam memberikan kontribusinya terhadap pasar. Produk utama tanaman karet alam adalah getah karet (lateks). Areal penanaman tanaman karet di Indonesia dan di Kalimantan Timur hingga kini masih menunjukkan peningkatan yang cukup besar, dimana kondisi Kalimantan Timur sangat menunjang untuk pengembangan karet alam. Iklim wilayah dengan suhu berkisar20,90 0 – 32,94 0 C, kelembaban rata-rata 86%, penyinaran matahari 48,42 – 53,88 %  dan tipe iklim tropika basah sangat cocok untuk pertumbuhan dan pengembangan tanaman karet.

Hasil analisis finansial yang dilakukan terhadap komoditas karet  alam menunjukkan bahwa budidaya tanaman karet sangat layak untuk dikembangkan. Dari aspek teknis dan budidaya, komoditas ini relatif sederhana, hanya saja seringkali pihak investor  kurang mendapatkan informasi mengenai pengembangan budidaya karet.

Download Kajian Selengkapnya Disini


6. Potensi Dan Peluang Investasi Komoditi Pisang Di Kalimantan Timur

Pisang merupakan komoditi pertanian rakyat di Kalimantan Timur yang pada lima tahun terakhir ini menarik perhatian petani. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bermaksud mendorong pengembangan komoditi pisang menjadi komoditi andalan yang diperdagangkan secara nasional ataupun ekspor, sehingga komoditi ini menjadi penbghasil PAD bagi Kalimantan Timur ataupun devisa bagi negara. Upaya-upaya  yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah mendorong pengembangan dan pembangunan kebun pisang dengan pendampingan dan penyuluhan oleh pemerintah.

Seluruh daerah kabupaten di Kalimantan Timur mempunyai potensi untuk menjadi sentra pengembangan budidaya tanaman pisang, adapun daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Paser, kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Nunukan, Kota Balikpapan dan Kota Samarinda.

Download Kajian Selengkapnya Disini


7. Kajian Keunggulan Kalimantan Timur Dalam Menarik Investasi

Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu Provinsi terluas memiliki potensi sumberdaya alam melimpah dimana sebagian besar potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Sumberdaya alam dan hasil-hasilnya sebagian besar diekspor keluar negeri, sehingga Provinsi ini merupakan penghasil devisa utama bagi negara, khususnya dari sektor Pertambangan, Kehutanan dan hasil lainnya.

Kalimantan Timur memiliki obyek wisata yang beragam, yang terdiri dari Wisata Bahari, Pantai, Pegunungan, Goa, Hutan Raya, Hutan Lindung, Sungai, Laut, Danau, Daerah Aliran Sungai, Petualangan dan Wisata Alam Buatan. Wisata ini terdapat disepanjang pesisir Kalimantan Timur, yang sudah berkembang adalah di Kabupaten Berau yang terletak di Kecamatan  Tanjung Batu Kepulauan Derawan. Untuk wisata pantai yang sudah dikelola terletak di Kota Balikpapan, Kota Tarakan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Bulungan.

Terdapat 8 (delapan) jenis klaster kawasan industri di Provinsi Kalimantan Timur yang hingga saat ini terus dibangun dan dikembangkan untuk mendukung upaya percepatan transformasi ekonomi.

Adapun 8 (delapan) kawasan industri yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Kawasan Industri Kariangau
  2. Kawasan Industri Jasa dan Perdagangan Kota Samarinda dan Kukar
  3. Kawasan Industri Berbasis Migas dan Kondensat Kota Bontang
  4. Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Maloy
  5. Kawasan Industri Pariwisata Kepulauan Derawan
  6. Kawasan Industri Pertanian Kabupaten Paser dan PPU
  7. Kawasan Industri Pertanian Kukar dan Kubar
  8. Kawasan Strategis Perbatasan Mahakam Ulu

Download Kajian Selengkapnya Disini


8. Peluang Pasar Investasi Kalimantan Timur (Karet dan Kakao)

Komoditi karet dan kakao merupakan komoditas perkebunan yang mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan baik dari sisi budidaya maupun sisi industri pengolahan. Karet merupakan komoditas yang elastis didalam memberikan kontribusinya terhadap pasar. Munculnya karet sintetik sempat memerosotkan pasar karet alam yang ada di dunia. Namun demikian dengan berjalannya waktu, kelemahan-kelemahan yang dimunculkan oleh karet sintetik seperti kurang elastisnya karet tersebut didalam pemakaian, menyebabkan kebutuhan pasar terhadap karet alam menjadi meningkat kembali. 

Komoditi karet alam dengan produk utama adalah getah karet (lateks). Areal penanaman tanaman karet di Indonesia dan di Kalimantan Timur khususnya hingga kini masih menunjukkan peningkatan yang cukup besar. Pada tahun 2010 luas perkebunan karet Kaltim adalah sebesar 78.289 ha, dengan produksi 54.338 ton. Luas areal pertanaman karet tahun 2013 tercatat seluas 103.117 Ha yang terdiri dari areal perkebunan rakyat 89.341 Ha, perkebunan besar negara sebesar 709 Ha dan perkebunan besar swasta 13.067 Ha dengan produksi seluruhnya berjumlah 59.963 ton karet kering. Sedangkan luas tanaman kakao sampai tahun 2013 sebesar 22.480 ha dengan total produksi biji kakao kering sebanyak 9.527 ton.

Komoditi potensial lain adalah kakao yang merupakan salah satu komoditas cukup penting bagi perekonomian nasional dalam hal penyediaan lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara,  pengembangan wilayah dan agroindustri. Kebutuhan kakao untuk industri makanan dan minuman semakin meningkat.

Download Kajian Selengkapnya Disini


7. Kajian Peluang Investasi Provinsi Kalimantan Timur (Singkong Gajah, Limbah Sawit dan Kelapa Dalam)

Krisis energi di Indonesia sudah mulai menunjukkan gejalanya. Pada 2015 diperkirakan Indonesia kekurangan pasokan minyak dan gas 2,4-2,5 juta BOEPD. "Kalau tidak ada penemuan cadangan baru sekitar 11-12 tahun lagi, Indonesia akan kehabisan oil and gas dan jadi net importer.

Pengembangan bioenergi yang dalam hal ini merupakan pengembangan energi yang berasal dari bahan-bahan nabati, seperti jarak, kelapa sawit, tebu, singkong, jagung, dan lain-lain, serta biomassa. Produk bioenergi dapat berupa bahan bakar padat nabati, bahan bakar nabati cair, bahan bakar gas nabati dan bio-listrik.

Meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh kalangan masyarakat, tidak hanya menimbulkan permasalahan, namun juga memberikan peluang bisnis baru bagi para produsen energi alternatif. Beragam penelitian pun mulai dikembangkan untuk mendapatkan sumber energi pengganti yang harganya relatif lebih murah dan pastinya ramah bagi lingkungan sekitar; sebut saja bioetanol singkong gajah yang kini mulai dikembangkan diberbagai belahan dunia sebagai pengganti bahan bakar minyak.

Download Kajian Selengkapnya Disini


go invest! Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur merupakan lembaga teknis yang menjadi unsur penunjang pemerintah provinsi dan memiliki tugas dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan dibidang promosi dan investasi.
KONTAK DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur
Jl. Basuki Rachmat No. 56
Samarinda 75125, INDONESIA
Telp : +62-541 743235
Fax : +62-541 736446
e-mail 1 : humas@bppmd.kaltimprov.go.id
e-mail 2 : humas.bppmdkaltim@gmail.com
http://dpmptsp.kaltimprov.go.id
0.0052